Suatu malam minggu

Ketika skill menulis sudah mulai menumpul. Ketika cerita-cerita tak semudah itu muncul dalam pikiran. Ketika aku menjadi buntu. Bukan, bukan aku yang buntu. Tangan aku yang kaku.

Aku ingin berteriak. Seakan ingin bercerita tentang semua hal. Semua. Mulai dari dedaunan yang berguguran di jalanan, sinar matahari yang menyilaukan, kucing yang mencuri ikan, hingga kamu yang kelelahan tadi sore. Aku mau cerita semuanya. Tapi aku takut. Takut sekali.

Ada kalanya dunia kita berbeda. Tak semua hal indah dimataku indah juga dimatamu. Tak semua mimpi-mimpi gilaku menggila dalam khayalmu. Aku begini. Kamu begitu. Begitu saja, seperti biasanya.

Entah sampai berapa lama, aku berharap bebatuan bisa berbahasa. Kamu boleh dengar ceritaku kalau mau. Hati-hati, siapkan tissue karena terlalu banyak yang sendu. Atau semut kecil juga memperhatikan? Betapa aku yang besar hanya bisa terdiam, melihat sekitar dan menarik napas panjang. Entah, aku juga tidak tahu sedang apa. Entahlah.


Sebuah tulisan super gajelas dari aku yang lelah matkul PA. Lelah. Aku lelah. Hayati lelah juga. Tapi aku gak jadi lelah. Apasi(?)

Mending u cek dis aut. My super memalukan video yang jadi hot news “Kok bisa likesnya banyak banget?” hahaha lalu aku hanya menjawab “Gausah dibahas” wkaka¬†Apasi(?)

Rasanya sudah hampir meledaq. Q ngantuk. Wasssalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s