Tahu. Mengerti. Memahami.

3 hal diatas emang berbeda tingkatan. Yup, saat interaksi sosial terjadi, ketiga proses itu otomatis akan berjalan dalam diri kita, entah hanya sampai tahap pertama, kedua, atau bahkan ketiga. Tahap itu menentukan :Bagaimana kita menerima seseorang. 

Menurut gue tiap orang itu berbeda, orang yang pilih-pilih teman itu emang ada (terdengar sinetron bgt sih), atau orang yang menerima semua orang tapi sebatas ‘menerima’ juga banyak -gue jg gangerti kok sebenernya-. Wajar sih, kepribadian emang menentukan. Tapi terkadang ada satu hal yang kita semua lupa…

Seberbeda apapun karakter orang, ada satu hal yang sama-sama kita punya. Perasaan. #asik

Yess, afeksi memang terkadang tak bisa dipaksa. Tapi yang gue pelajarin dari hidup ini /halah/ menerima orang apa adanya itu lebih enak loh. Terlepas dari kekurangan dan kelebihan masing-masing individu, ‘cinta’ itu pasti ada walau gak kerasa. Karena itu kan fitrah manusia, saling menyayangi.

Hmm untuk lebih jelasnya, maksud gue ini dalam hal ‘pertemanan’. Okey, dipersempit ‘antar sesama teman sebaya’ (utamanya sih perempuan).

Semua orang sama kok, siapa yang gak seneng diketahui keberadaannya? Siapa yang gak seneng di mengerti kesalahannya? Siapa juga yang gak seneng dipahami kesulitannya? Gak ada yang gak suka ‘dibaikin’ pasti.

Sekarang sih gue lagi pengen mulai nyoba untuk berubah. Dari yang masih suka sebel-sebelan, suudzon-suudzonan, sensi-sensian, bete-betean, cuek-cuekan, de el el, jadi orang yang lebih ‘penyayang’ ke sesama manusia. Duh kayak ke kucing aja. Mencoba lebih tau, mengerti, dan memahami. Walaupun susah. Karena gue sgt sgt tukang ngeluh.

Dan kalo ‘perhatian’ itu gak terbalas, sakit sih dikit. Tapi bomat lahyaa. /Lah jadi begini/ yang penting kan sudah berusaha baik sama orang. Eh kalo gini sih namanya ‘sok baik’ deng.

Trus juga menghadapi 2015 dimana AFTA (ASEAN Free Trade Area) bakal diberlakukan, membangun koneksi itu sangat penting sodara. Ya gak mungkin kan nanti menghadapi orang asing trus kita gak punya sekutu. Masa masih aja konflik internal sesama bangsa Indonesia. Lah. Okey, ganyambung….

Gitudeh pentingnya menerima orang lain. Gue pun masih belajar untuk bisa diterima dan menerima orang kok. Laah siapa sih? HAHA gajelas emang. Like what i’ve said, ini antar teman kok cuy.

Udah deh, udah malem. Ikan bobo. Yah kan salah orientasi begadang, malah belom ngambis akun kaan😦

Bye. Selamat Malam Dini Hari!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s