Dua anak laki-laki, penjaja kue putu

“kueee….. putu mayaaaang….kueee…… putu mayang….”

Suara itu benar-benar mencuri perhatianku, lantang, penuh harapan, dan semangat yang membara.
Siang ini, cukup sejuk. Mereka beruntung. Ya, suara tadi datang dari dua orang anak laki-laki yang melintas di depan rumahku. Bagaimanapun juga ini bulan puasa, sesejuk apapun hawanya, berjalan kaki di siang hari adalah tantangan yang berat. Apalagi mereka membawa senampan kue untuk dijajakan.
Aku jadi terharu melihatnya. Lalu ingin sekali rasanya, memanggil mereka dan membeli beberapa kue dagangannya. Sayangnya, terlalu lama aku mencari-cari uang dan kerudung untuk dipakai. Akhirnya mereka terlanjur pergi. Teriakannya menjadi samar-samar sedikit, lalu perlahan hilang.
Aku ingat wajah mereka, penuh senyuman, membuat siapapun yang melihatnya ikut merasa senang. Tadi kuperhatikan mereka dari balik jendela, ada rasa kagum dan sekaligus ter’tampar’. Sedari tadi aku hanya bermain, makan (maaf, lagi nggak puasa), nonton, tidur-tiduran. Liburan begini kan harusnya lebih produktif ☹ Kalah deh sama anak kecil tadi.
Makasih yaa whoever you are. Dua anak laki-laki penjaja kue putu yang menginspirasi. Besok-besok, kalo lewat pasti kubeli. Aduh, jadi kepengen kue putu…
Bye, mending beresin gudang, eh kamar. Maksudnya kamar yang udah kayak gudang. Bentar lagi kan tahun ajaran baru. Yay!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s