How to be ‘dewasa’

Aaarrgh ini h-seminggu turning 17 nih. Dan aku… Ya, aku masih begini-begini aja. Someone says “dewasa itu gak tergantung umur”. Tapi salah adalah ketika lo tidak mendewasakan diri lo pada umur yang harusnya udah cukup dewasa. Huft. Iya, aku masih bocah. Untung gak ingusan.
Dan aku tak mengerti apa yang sebenarnya dimaksud dengan ‘dewasa’. Versinya ada banyak, yang seperti tante-tante, ibu-ibu, atau orang kantoran. Well aku gak ketiganya. Dan belum mau dewasa dalam artian itu. Aku cuma mau jadi dewasa aja, dalam berpikir dan bertindak tepatnya. Jadi ujung-ujungnya dewasa means berlaku ‘professional’ dalam setiap hal yang lo lakuin. Haha seperti ada tombak yang menghujam jantungku nulisnya.
Yaa, aku sangat ‘unprofessional’, aku tak tahu ini itu. Tapi aku mau tahu, sangat mau. Memang salah, mungkin aku terlalu memikirkan perasaanku daripada bekerja dan melakukan apa yang harus kulakukan. #edisigalau. Ah tapi memang benar, aku terlalu egois. Niat kalo cuman lagi mood doang. Kayaknya those feelings harus kuilangin secepatnya. Jangan salah sangka. Perasaan yang kumaksud lebih sampah dan gak penting daripada yg kalian bayangin. Aku takut, aku malu, aku sebel, aku males, aku gaenak, aku mengganggu, aku gak guna, aku gak bisa, aku gak berani. Dll. Huft. Itu yang harus kuhapus cepat-cepat. Secepat umurku ini yang bentar lagi dapet KTP. Dan kayaknya tulisan ini harus cepet-cepet kuselesain juga. Aku mau pergi, bye.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s