Fantasy vs Reality, huh?

Entahlah. entahlah. entahlah.

Saya juga gak ngerti kenapa. Tapi this thing kinda make me confused. Gak juga sih…

Bayangin disaat kita terjebak dalah khayalan, dalam bayang-bayang, lalu tersesat…

Tiba-tiba sadar, kalo sebenarnya itu semua gak ada. Dan yang harus kita hadapin itu adalah realita. Yang mungkin realita itu gak se-indah kahayalan kita selama ini.

Kembali ke realita setelah terjebak dalam khayalan itu sesuatu yang ‘ugh’ banget. Waktu lagi hepi-hepinya trus tiba-tiba sadar. It’s like “omg, what did I do?”. Kemudian menyesali, betapa banyak waktu di dunia yang terrbuang karena terlarut dalam dunia khayalan. 

Karena terkadang saat kita kembali pada realita kita juga tersadar, kita tertinggal satu langkah atau mungkin lebih dari yang lain. Dan itu membuat kita ‘down’, karena kita merasa gak mampu mengejar mereka dalam realita. Karena itu kita kembali lagi ke dunia fantasi (eeh, bukan dufan ya-_-), mencari sesuatu bernama ‘kebahagiaan’. Yang pada nyatanya semua itu semu. Namun karena kita belum mengerti, kita lari dari realita dan terus terperangkap dalam dunia khayalan.

Hmmm… memang seperti perang. Saling melawan. Dalam tembok pembatas, antara Fantasy and Reality.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s